News

Tidak Terima Ditembak Keluarga Pelaku Pencurian Laporkan Polisi Ke Propam

Tidak Terima Ditembak Keluarga Pelaku Pencurian Laporkan Polisi Ke Propam

Jakarta, Liputan7up.com – Tidak terima kaki anaknya ditembak selesai diserahkan ke kantor polisi, M Nashir (50) melapor ke Propam Polda Sumsel. Anaknya, Nazaruddin (32), merupakan buronan pencuri.

Nashir mendapatkan berita anaknya ditembak polisi dari tetangga, Rabu (19/9) malam. Sesudah itu keluarga hadir ke Polsek Mariana, Banyuasin, dengan tujuan menjenguk Nazaruddin. Akan tetapi polisi yang bekerja tidak mengijinkan keluarga menjumpai Nazaruddin di ruangan tahanan.

“Kaki anak saya ditembak, kepalanya luka-luka, tetapi ingin dijenguk tidak dibolehkan,” papar Nashir selesai melapor ke Bid Propam Polda Sumsel, Jumat (21/9).

Nashir mengakui kaget dengan tindakan polisi pada Nazaruddin. Karena, anaknya itu diserahkan pihak keluarga ke Mapolsek Mariana melalui salah seorang anggota polisi yang bekerja di Polsek Air Kumbang beberapa saat sebelum ditembak.

“Waktu diserahkan itu anak saya sehat-sehat saja, justru yang dampingi kerabat kami, anggota polisi juga, tetapi pekerjaan di Polsek lainnya. Tetapi mengapa dapat ditembak begitu,” katanya.

Dikatakannya, Nazaruddin ikut serta dalam tindakan pencurian besi di PT LBES yang kebetulan ada di kampungnya di Desa Perajin, Kecamatan Banyuasin I, bersama dengan beberapa temannya pada 18 Maret 2018. Begitu tahu tiga partnernya diamankan, Nazaruddin kabur ke beberapa tempat tinggalkan anak istrinya.

Keluarga yang kasihan dengan nasib Nazaruddin memintanya bertanggungjawab, dengan menyerahkan diri ke kantor polisi supaya kasusnya selekasnya selesai. Nazaruddin juga pulang dan berunding bersama dengan keluarga sampai pada akhirnya akan memutus menyerahkan diri.

“Kemauan anak saya telah bagus, menyerahkan diri dan ingin bertanggungjawab. Tetapi mengapa polisi menembaknya, jika begini mendingan biarkanlah dia kabur selalu,” sesalnya.

Dari info yang dia dapatkan, Nazaruddin ditembak polisi karena berupaya kabur di Desa Pematang Palas, Banyuasin. Argumen itu dinilai tidak logis karena jarak desa itu dengan Polsek Mariana begitu jauh dan mesti melalui tempat tinggalnya.

“Mustahil ingin kabur lagi, anak saya telah ikhlas menyerahkan diri,” terangnya.

Sesaat itu, Kapolsek Mariana AKP Sumediyono mengakui tidak keberatan di-Propam-kan. Menurutnya, penembakan terduga bukan karena masalah pencurian di PT LBES, tetapi ikut serta dalam tindakan begal bersama dengan seorang partnernya berinisial YD (DPO) dua hari sebelum diserahkan.

“Untuk masalah 363 memang menjadi DPO. Tetapi penembakan itu karena masalah 365. Kebetulan dia disangka turut begal, korbannya Rahma dan Agung di Desa Senang Makmur, mengambil dua handphone dan menyerang korbannya gunakan obeng,” katanya saat di konfirmasi.

Dikatakannya, terduga berupaya melarikan diri saat peningkatan dan mencari kehadiran YD yang biasa nongkrong di Jalan Inpres Desa Prajin. Seringkali dikasihkan tembakan peringatan, terduga masih kabur sehingga dikerjakan tindakan tegas oleh anggotanya.

“Kita tidak mungkin asal tembak, dia ingin kabur waktu tunjukkan partnernya yang biasa nongkrong. Kita telah beri peringatan 3x,” ujarnya.

7upCash Bandar & Agen Bola, Casino, Slot & Poker Terpercaya

Click to comment
To Top